California (ANTARA) – Negara bagian California, Amerika Serikat, mengumumkan rencana untuk mengalokasikan dana negara bagian sebesar 200 juta dolar AS (Rp3,36 triliun) untuk insentif pajak kendaraan listrik yang diberikan langsung saat pembelian.
Laman USA Today, Sabtu (10/1), melaporkan insentif akan berupa potongan harga instan untuk EV di negara bagian yang menjadi rumah bagi sebagian besar model kendaraan listrik plug-in di AS. Gubernur California Gavin Newsom belum mengungkapkan besaran yang akan diberikan kepada pembeli mobil.
California merupakan negara bagian dengan persentase pembeli mobil listrik tertinggi.
Baca juga: Thailand ubah kebijakan insentif kendaraan listrik
Menurut Alliance for Automotive Innovation, kelompok pelobi di Washington yang mewakili sebagian besar produsen mobil besar, kendaraan listrik dan mobil hibrida mencakup 22,9 persen dari pendaftaran kendaraan ringan baru di California pada kuartal kedua 2025.
Data tersebut merupakan data terbaru yang dipublikasikan oleh organisasi itu. Colorado menjadi satu-satunya negara bagian lain yang melampaui pangsa pasar 20 persen pada kuartal kedua 2025.
Produsen mobil mengeluhkan hilangnya insentif federal untuk EV, dan beberapa di antaranya memangkas rencana pengembangan model listrik seiring berubahnya dukungan pemerintah federal terhadap teknologi tersebut.
Ketua California Air Resources Board (CARB) Lauren Sanchez mengatakan bahwa California meningkatkan perannya dalam menawarkan insentif pajak EV karena “sebagian besar pasar global bergerak menuju” kendaraan tanpa emisi (Zero Emission Vehicles), meskipun dukungan pemerintah federal di bawah Trump mengalami kemunduran.
Dalam program insentif pajak EV California sebelumnya yang berlangsung dari 2013 hingga 2024, negara bagian tersebut menghabiskan 1,49 miliar dolar AS (Rp25 triliun) untuk memberikan insentif bagi 586.000 kendaraan, menurut data CARB.
Baca juga: China perketat syarat insentif, mulai 2026 PHEV harus tempuh 100 km
Di bawah insentif pajak federal yang lama, kendaraan listrik bekas memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif hingga 4.000 dolar AS (Rp67,37 juta). Insentif pajak untuk EV bekas ini pertama kali diperkenalkan pada 2022 oleh pemerintahan mantan Presiden Joe Biden.
Sebelumnya, hanya EV baru yang memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif pajak. Sanchez mengatakan California masih mengkaji apakah rencana Newsom memungkinkan pemberian insentif pajak untuk EV bekas.
“Tim kami sedang menelaah secara serius bagaimana insentif untuk EV bekas bisa diterapkan, mengingat pentingnya EV bekas di California,” kata Sanchez.
Setelah insentif pajak EV federal dihapus, beberapa model mobil listrik paling populer mengalami penurunan penjualan yang tajam pada kuartal keempat 2025, setelah sebelumnya mencetak rekor penjualan pada kuartal ketiga, seperti Tesla Model 3, Ford Mustang Mach-E, Hyundai Ioniq 5, Honda Prologue, hingga Volkswagen ID.4.
Lonjakan pada kuartal ketiga terjadi karena pembeli mobil bergegas memanfaatkan insentif pajak federal 7.500 dolar AS sebelum berakhir pada akhir September 2025.
Baca juga: Penjualan mobil listrik melonjak jelang insentif pajak di AS berakhir
Baca juga: Pakar: Insentif otomotif pengaruhi tingkat minat beli
Baca juga: Subaru ragu ekspansi EV karena ketidakpastian tarif dan insentif pajak
Baca juga: Pemerintah keluarkan aturan insentif pajak untuk kendaraan listrik
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026











