Norwegia (ANTARA) – Mobil listrik mendominasi penjualan kendaraan di Norwegia, pangsa pasarnya mendekati 96 persen selama tahun 2025.
Menurut pernyataan Federasi Jalan Raya Norwegia pada Jumat (2/1) yang dikutip dalam siaran Forbes Middle East, mobil listrik mencakup 95,9 persen dari seluruh mobil baru yang terdaftar di negara itu sepanjang 2025.
Selama kurun itu, penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel serta mobil hibrida secara keseluruhan hanya berkontribusi 4,1 persen pada total penjualan mobil baru di Norwegia.
Mobil diesel murni dan mobil berbahan bakar bensin menyumbang berturut-turut satu persen dan 0,3 persen pada angka penjualan mobil tahun 2025 di negara tersebut.
Secara keseluruhan, selama tahun 2025 sebanyak 179.550 mobil penumpang baru terdaftar di Norwegia.
Tesla tetap menjadi merek mobil terlaris di negara itu selama 2025. Pangsa pasarnya sampai 19,1 persen.
Volkswagen menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 13,3 persen, disusul oleh Volvo (7,8 persen), Toyota (5,8 persen), BMW (5,6 persen), Skoda (5,2 persen), Audi (4,2 persen), Ford (4 persen), dan Mercedes-Benz (3,4 persen).
Baca juga: EV mendominasi pasar mobil baru di Norwegia pada 2024
Baca juga: Mobil listrik sumbang 89 persen penjualan mobil Norwegia selama 2024
Peralihan cepat Norwegia ke kendaraan bertenaga baterai sangat kontras dengan sebagian besar negara Eropa.
Penurunan permintaan mobil listrik mendorong Uni Eropa untuk menangguhkan rencana pelarangan kendaraan bermesin pembakaran internal pada 2035.
Norwegia mulai memajaki mobil listrik pada 2023, dan pada Oktober lalu mengumumkan pemberlakuan pajak pertambahan nilai hingga 5.000 dolar AS (Rp83,5 juta) per kendaraan mulai 1 Januari 2026.
Kebijakan ini memicu lonjakan penjualan kendaraan elektrik pada akhir tahun, karena pembeli dan produsen berlomba menyelesaikan transaksi sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
Meski sejumlah insentif untuk mobil listrik telah dikurangi, pemerintah secara bertahap meningkatkan biaya mobil berbahan bakar bensin dan diesel agar menjadi lebih mahal menurut Kepala Asosiasi Kendaraan Listrik Norwegia Christina Bu kepada Reuters.
Baca juga: BYD menjual 4,5 juta mobil selama tahun 2025
Baca juga: Xiaomi mengirimkan lebih dari 400.000 mobil selama tahun 2025
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026











