Berita

Pemimpin Sunwoda tanggapi masalah penarikan kembali Volvo EX30

×

Pemimpin Sunwoda tanggapi masalah penarikan kembali Volvo EX30

Share this article


Jakarta (ANTARA) – Ketua Sunwoda Electronic Co. Wang Wei secara resmi menanggapi laporan tentang penarikan kembali kendaraan listrik Volvo EX30 karena masalah keamanan baterai, menyatakan bahwa rumor yang menghubungkan perusahaannya dengan masalah baterai itu tidak akurat.

Dalam wawancara dengan Jiupai News pada 14 Januari 2026, Wang mengklarifikasi bahwa paket baterai yang dimaksud tidak dipasok langsung oleh Sunwoda.

“Paket baterai tersebut sebenarnya disediakan oleh pabrik-pabrik dalam sistem Volvo sendiri,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran CarNewsChina pada Rabu (14/1).

Ia menyampaikan bahwa sel baterai tersebut diproduksi oleh usaha patungan antara Geely dan Sunwoda (Shandong Geely Sunwoda Co., Ltd.), tetapi Sunwoda hanya memegang saham minoritas sebesar 30 persen dalam usaha patungan ini.

Pemimpin Sunwoda menyampaikan klarifikasi tersebut menyusul penarikan kembali 33.777 unit Volvo EX30 di seluruh dunia, termasuk 10.440 unit di pasar Inggris, setelah muncul laporan bahwa sekitar 0,02 persen sel baterainya mengalami panas berlebih.

Situasinya menjadi mendesak setelah sebuah Volvo EX30 terbakar di sebuah dealer di Brasil pada November 2025.

Menurut pemberitahuan penarikan kembali Volvo di Brasil, masalah ini berasal dari cacat produksi pada sel baterai tegangan tinggi yang berpotensi menyebabkan korsleting internal di dalam modul baterai.

Baca juga: Volvo tarik ribuan unit EX30 akibat risiko panas berlebih pada baterai

Para pejabat Sunwoda telah menyampaikan bahwa transaksi yang melibatkan baterai EX30 yang ditarik kembali tidak terkait dengan Sunwoda Power.

Usaha patungan Geely dan Sunwoda memang memproduksi sel-sel baterai tersebut, tetapi sel-sel baterai itu dipasok ke penyedia sistem baterai Volvo, yang kemudian merakitnya menjadi paket baterai untuk dijual ke Volvo.

Sumber yang dekat dengan Sunwoda mengungkapkan kepada wartawan Jiupai News bahwa dalam kasus ini desain paket baterai, sistem manajemen baterai, manajemen termal, dan komponen struktural semuanya dirancang dan dibuat oleh Viridi E-Mobility Technology (Ningbo) Co., Ltd., anak perusahaan Geely.

Viridi telah mengajukan gugatan terhadap Sunwoda, menuntut ganti rugi 2,31 miliar yuan atas dugaan cacat kualitas pada sel baterai yang dipasok antara Juni 2021 dan Desember 2023.

Baca juga: Anak usaha Geely gugat pemasok baterai karena masalah kualitas

Baca juga: Nissan gandeng Sunwoda perkuat daya saing di pasar mobil listrik

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *