Jakarta (ANTARA) – Verge Motorcycles bakal mengandalkan penggunaan baterai solid-state untuk model kendaraan merek ke depannya, agar lebih cepat dalam pengisian daya dibandingkan dengan baterai konvensional lainnya.
Mengutip laman CarsCoops pada Selasa, pabrikan roda dua itu meyakini bahwa penggunaan baterai ini dapat meningkatkan pengisian ulang yang jauh lebih cepat serta jangkauan hampir dua kali lipat dibandingkan baterai konvensional.
Baterai solid-state yang bakal tersedia dalam beberapa bulan mendatang akan ditawarkan pada Verge TS Pro. Meski demikian, perusahaan tidak memberikan banyak detail spesifik, tetapi baterai tersebut bersumber dari Donut Lab dan akan ditawarkan dalam konfigurasi 20,2 dan 33,3 kWh.
Baca juga: Verge Motorcycles resmi adopsi standar pengisian NACS milik Tesla
Konfigurasi pertama memberikan jarak tempuh 217 mil (349 km), sedangkan konfigurasi kedua meningkatkan angka tersebut menjadi 370 mil (595 km).
Saat tiba waktunya untuk mengisi daya, pengisi daya NACS 200 kW dapat memberikan jarak tempuh 186 mil (299 km) hanya dalam waktu sepuluh menit.
Itu cukup mengesankan dan perusahaan mencatat bahwa paket baterai yang ditingkatkan tidak memengaruhi harga sepeda motor.
Baca juga: Verge Motorcycles luncurkan Model TS Ultra pada ajang CES 2023
Kabar baiknya tidak berhenti sampai di situ, Verge meyakini bahwa penggunaan baterai solid-state ini akan bertahan selama masa pakai sepeda motor. Ini jelas berbeda, ketika motor listrik menggunakan baterai jenis lain yang memiliki jangka waktu dalam penggunaannya.
Perusahaan tersebut juga mencatat manfaat lainnya, seperti dari segi keamanan karena baterai solid-state tidak mudah terbakar, sehingga jauh lebih aman bagi pengguna dan lokasi pengisian daya.
Sementara itu, Donut Lab menyatakan bahwa mereka telah menciptakan baterai solid-state pertama di dunia yang siap digunakan dalam manufaktur kendaraan OEM. Baterai ini memiliki kepadatan energi 400 Wh/kg dan telah dirancang untuk bertahan hingga 100.000 siklus. Itu tampaknya setara dengan hampir 274 tahun penggunaan harian.
Perusahaan tersebut juga mencatat bahwa baterai ini telah diuji secara ketat dalam kondisi ekstrem. Pengujian meliputi suhu -22° F (–30° C) maupun 212° F (100° C), dan baterai masih dapat mempertahankan lebih dari 99 persen kapasitasnya.
Baca juga: Ho Chi Minh pasang kabinet penukaran baterai motor listrik di trotoar
Baca juga: Volta luncurkan motor listrik dengan sistem sewa baterai
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026











